Your Body is Wonderland

Aku membayangkan berada tepat disebuah jalan, mungkin daerah pertokoan.
Duduk di bangku jalan melebarkan tanganku di sandaran kursi dan melirik kekiri agak lama. Lalu sesaat kemudian musik itu berdendang ditelingaku. Dan kau tahu ini akan menjadi 4 menit terlama dalam hidupku. Seakan aku adalah vokalis yang menyanyikan lagu itu dan kau adalah model yang akan berjalan dihadapanku. Kau terlihat acuh dan trus saja melangkah walau aku mengikutimu dibelakangmu dengan dentingan gitar mengiringi lirik lagu itu. Namun disetiap kau tersadar dan akan menoleh ke padaku, aku seakan hilang, dan akan muncul disudut lain dibagian jalan itu. Masih sambil mendendangkan gitarku, aku terus menyanyikan senandung untuk memuja dan memuji dirimu dari lirik lagu itu. Lalu ketika kau terhenyak dan berusaha mencari tahu, menoleh dan lagi-lagi seketika aku akan serasa menghilang. Setelah itu kau akan terus melangkah. Dan tahukan kau bahwa aku masih mengikutimu, terkadang berjalan dibelakangmu, terkadang diam disalah satu dinding jalan, atau terkadang menjadi salah satu boneka pajangan di etalase sebuah toko. Dan lagu itu masih berdendang tepat di reff nya. Sehingga kau akhirnya seakan melihat semua orang disekitarmu bernyanyi. Lagu itu untukmu, lagu untuk memujimu, lagu Your Body is Wonderland. Maka kau akan tersenyum. Senyum termanis yang kau punya, dan tetap berusaha melangkah walau sambil menari kecil dan tersenyum sedikit malu pada semua orang. Kau tidak akan pernah sadar betapa anggunnya dirimu saat itu. Hingga kau berhenti pada satu titik. Diam. Lalu menoleh sesaat kemudian. Kau seakan merasakan dentingan gitar itu lebih dekat tepat dibelakangmu. Itu dentingan dari gitarku. Tapi ketika dentingan solo persembahan untukmu itu habis. Aku akan menghilang seperti asap. Dan kau akan tersadar. Kau akan mendengar lirik-lirik Your Body is Wonderland. Mengalun disekitarmu dan Kau berusaha tetap melangkah. Menuju jalan yang tak pernah kutahu kemana. sampai akhirnya lagu itu habis ditelingaku. Dan aku masih tersadar kau sudah berjalan jauh. Dan aku masih tetap dibangku jalan itu tak pernah kemana. Sambil tersenyum lalu berlalu pergi. Meninggalkan sisa-sisa keheningan.

0 comments:

Posting Komentar

Kalo sudah baca. Jangan Lupa tinggalin komentar yah!!